2 years ago, Posted by: lutika

Kenali dan Pahami Bagian-bagian dari Kolam Ikan

Kolam merupakan wadah pemeliharaan ikan dengan kondisi air terkendali didalamnya dan memiliki kontruksi khusus untuk menunjang budidaya ikan. Kolam cenderung memerlukan area dengan bentuk lahan yang datar (Cahyaningrum dkk, 2014). Kolam ikan dapat berupa kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, kolam beton, kolam fiber. Kolam ikan dapat dibedakan berdasarkan kegunaan yaitu sebagai kolam pemeliharaan induk, kolam pemijahan, kolam penetasan telur, kolam pendederan, kolam pembesaran, kolam penumbuhan pakan alami, kolam penampungan hasil.

Terkadang banyak orang yang tidak mempedulikan bagian-bagian penting dalam membangun kolam ikan. Akibatnya ruang lingkup ikan akan terganggu sehingga dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan hingga produktivitas ikan yang dibudidayakan. Oleh karena itu pengetahuan mengenai bagian-bagian kolam diperlukan sebagai pertimbangan sebelum membangun sebuah kolam ikan.

Bagian-bagian pada kolam ikan (Susanto, 1989), diantaranya:

1. Pematang

Pematang berfungsi untuk menahan massa air yang besar. Pematang yang seluruhnya dibangun dari tanah lebih ideal berbentuk trapesium, dikarenakan bagain bawah kolam yang lebih besar dapat menahan massa air lebih kuat. Ukuran lebar, panjang, serta kemiringan perlu diperhatikan dalam hal ini. Pematang tanah umumnya memerlukan biaya yang lebih besar karena memrlukan perbaikan dan perwatan setelah panen ikan. Sedangkan untuk pematang yang dibangun dari batu merah atau batako dapat dibangun tegak lurus. Lebih lanjut lagi jika seluruh bagian pematang ditembok, maka akan mengurangi biaya perbaikan dan pemeliharaan setelah panen.

2. Saluran Pemasukan Air

Saluran pemasukan air berfungsi agar kolam mendapatkan pemasukan air yang berkelanjutan. Letak saluran air harus lebih tinggi dibandingkan kolam. Akan tetapi, jika didapatkan saluran air yang tingginya sama ataupun lebih rendah maka diperlukan usaha untuk membendungnya sehingga ketinggian air di saluran dapat dinaikkan dan air dapat dialirkan sesuai kebutuhan.

3. Saluran Pembuangan Air

Saluran pembuangan berfungsi untuk menampung buangan air dari kolam. Saluran pembuangan harus berukuran lebih lebar agar kapasitas tampungnya lebih besar. Saluran pembuangan juga harus berhubungan langsung dengan jaringan drainase (sungai ataupun selokan) di luar daerah perkolaman. Disamping itu, saluran pembuangan juga harus lebih rendah daripada dasar kolam (kurang lebih 25 cm lebih rendah)

4. Pintu Pemasukan

Pintu pemasukan berfungsi sebagai penghubung saluran pemasukan air dengan kolam dan untuk menahan ikan liar agar tidak masuk kedalam area kolam. Pintu pemasukan dapat dibuat dari bahan paralon 4 inci, bata merah atau batako, bambu utuh atau belah, gorong-gorong (tanah liat yang dibakar) yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan kolam yang akan dibangun.

5. Pintu Pembuangan

Pintu pembuangan berfungsi menjaga agar ikan-ikan yang dibudidayakan tidak keluar kolam baik saat masa pemeliharaan maupun saat panen. Pintu pembuangan yang ideal adalah sistem monnik dan sifon.

6. Kemalir

Kemalir berfungsi sebagai tempat berkumpulnya ikan saat air kolam disurutkan waktu panen, sehingga ikan lebih mudah untuk ditangkap. Kemalir lebih sering disebut sebagai saluran tengah kolam, meskipun pada kenyataan kemalir tidak selalu berada ditengah kolam. Kemalir dibuat lebih rendah dari kolam dan juga harus disesuaikan dengan letak pintu pemasukan dan pembuangan air.

7. Kobakan

Kobakan berfungsi untuk membantu memudahkan penangkapan ikan. Kobakan adalah bagian dari kemalir yang ukurannya lebih lebar sehingga ikan lebih banyak berkumpul di kobakan ketika dilakukan pemanenan. Letak kobakan biasanya di depan pintu pemasukan air ataupun di belakang pintu pembuangan air. Kobakan dapat berbentuk bulat atau segiempat panjang (Cahyono, 2000).

8. Pelataran Dasar Kolam

Dasar kolam umumnya dibuat landai ke arah pintu pengeluaran air agar memudahkan pengeringan kolam saat panen (Cahyono, 2000). Dasar kolam lebih ideal jika konstruksinya agak miring kearah kemalir dan juga miring kearah pembuangan air.


Post Views: 5249


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved