10 months ago, Posted by: niktual02

Arapaima dan Ikan Gatul, Ancaman Populasi Endemik Indonesia

Kasus Arapaima Gigas

Pada pertengahan tahun 2018, Indonesia dihebohkan dengan adanya ikan karnivora yang berpenampilan mirip buaya. Ikan dengan ukuran lebih dari satu meter ini dianggap sebagai predator, selain memakan ikan-ikan komoditas sungai brantas ditakutkan ikan predator ras asli amazon ini dapat melukai penduduk bantaran sungai brantas juga. Akhirnya pada tahun yang sama dilakukan penangkapan beberapa ekor araipaima di sungai brantas. Arapaima ini sengaja didatangkan ke Indonesia sebagai hewan peliharaan.

Menurut artikel yang diupload oleh FPK UNAIR ikan asing invasif adalah jenis ikan yang berasal dari luar wilayah yang masuk ke wilayah tertentu baik disengaja maupun tidak. Ikan ini memiliki potensi untuk menggeser populasi ikan endemik maupun ikan lokal karena mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya. Salah satunya adalah toleransi terhadap salinitas, pertumbuhan cepat, reproduksi sepanjang tahun dan agresifitas terhadap teritorinya.

Kasus Ikan Gatul

Ketakutan terbesar dari hadirnya ikan predator asing di perairan Indonesia bukan karena ukurannya yang dikhawatirkan membahayakan manusia. Akan tetapi dampak ekologi yang akan ditimbulkan jika hal tersebut tidak dapat ditanggulangi. Karena tidak memiliki musuh alami, mereka akan memangsa hewan apa saja yang terdapat disekitar perairan mulai dari ikan lokal, reptil, mamalia hingga burung air. Oleh karena itu sudah sewajarnya pemerintah dan masyarkat mulai memerhatikan kasus ini dengan seksama.

Pada masa pemerintah Kolonial Belanda telah lebih dahulu mendatangkan ikan asing dari Amerika Selatan sebagai pengendali wabah malaria di Indonesia. Spesies yang didatangkan diantaranya adalah ikan Gatul (Poecilia reticulata). Ikan Gatul dinilai cukup efektif dalam memangsa larva nyamuk sehingga ikan ini banyak ditebar dan menyebar ke banyak wilayah. Selain memberikan keuntungan sebagai pengendali malaria, dampak negatif dari keberadaan ikan ini adalah menjadi kompetitor bagi ikan lokal baik dari segi makanan dan ruang gerak. Bahkan, karena sudah lamanya eksis di Indonesia, masyarakat menganggap ikan ini adalah ikan lokal, padahal sebenarnya ikan impor.

 

Sumber

http://fpk.unair.ac.id/keberadaan-ikan-alien-di-indonesia/

 


Post Views: 324


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved