Pengembangan Budidaya Lobster: Potensi Ekonomi, Keberlanjutan Lingkungan, dan Tantangan Teknis

Dalam konteks ekonomi, lobster memiliki potensi besar sebagai penggerak perekonomian di desa-desa pesisir. Di sisi sosial, konsumen milenial cenderung memilih produk yang ramah lingkungan, dan lobster termasuk di antaranya. Budidaya lobster juga berperan penting dalam pelestarian spesies ini, mengurangi risiko kepunahan benih lobster.

Teknik budidaya lobster yang tepat dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup (SR) hingga mencapai 70-80%. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan benih lobster yang hidup di alam, yang memiliki tingkat sintasan yang rendah, hanya sekitar 0,1% dari jumlah total benih. Inovasi baru dalam budidaya lobster, seperti sink population, membantu dalam memelihara populasi lobster dengan memanfaatkan arus samudera yang berpindah dari Australia, Indonesia Timur, Jepang, dan kembali ke Australia.

Meskipun demikian, pengembangan pakan masih menjadi kendala utama dalam budidaya lobster. Benih lobster biasanya masih bergantung pada cadangan makanan yang terdapat di hipopankreas mereka, bukan makan langsung seperti di alam. Setelah mengelilingi samudera dan mendekati pantai, benih lobster akan mengalami fase kritis di mana mereka mulai berubah warna dan membutuhkan jenis pakan yang berbeda.

simak lebih lengkap pada laman https://unair.ac.id/peneliti-lobster-indonesia-berikan-kuliah-tamu-di-fakultas-perikanan-dan-kelautan-unair/